KISAH PENUH INSPIRASI
ORANG
SUKSES YANG MEMBERIKAN INSPIRASI
Sepintas, penampilan fisiknya nyaris tak berbeda jika dibandingkan
dengan kebanyakan orang Jepang. Kulitnya kuning. Rambut lurusnya, disisir rapi.
Kemejanya yang diseterika licin dipadu jas menunjukkan dia menyukai formalitas.
Tapi, begitu berbicara, akan terkesan bahwa Prof Soetanto -demikian dia
dipanggil- bukan orang Jepang. Bicaranya ceplas-ceplos dengan logat
suroboyoan-nya yang khas.
Ken Kawan Soetanto, adalah warga Negara Indonesia yang merupakan
keturunan Tionghoa. Sejak umur 2 tahun Ia telah di tinggal mati Ibunya. Kondisi
keluarganya yang miskin membuatnya harus bangkit dan berdiri dengan
kemampuannya sendiri, disisi lain Dia ingin bersekolah. Tanto kecil rajin
menabung dan terus belajar. Ia membeli buku-buku loakan dan mendalami
elektronika. Dengan bekal pengetahuan itu, Ia ingin menghasilkan uang dengan
memperbaiki alat-alat elektronik tetangganya. Soetanto hanya mampu bersekolah sampai kelas 1 SMA,
karena sekolahnya di tutup oleh pemerintah.
Suatu hari keahlian Soetanto itu menarik perhatian seorang
pelanggannya yang berkewarganegaraan jepang. Ia kagum dengan keahlian Soetanto,
dan menawari Soetanto untuk belajar elektronik ke jepang. Soetanto langsung
tertarik. Rasa penasarannya mengalahkan segalanya, termasuk siap berjauhan
dengan orang tuanya di Surabaya. Menariknya hal itu menjadi bahan lelucon di
kalangan kerabatnya.
Meski begitu, Soetanto tetap berangkat ke Jepang. Ia pun
menggunakan tabungan yang di kumpulkannya selama 6 tahun untuk membeli tiket
pesawat dan biaya hidup selama beberapa bulan di jepang. Dia berangkat ke
jepang benar-benar hanya bermodal nekat. Bagaimana tidak, Soetanto sama sekali
tidak tahu berbahasa Jepang. Ia pun akhirnya berangkat ke Osaka untuk belajar
singkat tentang bahasa Jepang. Impian Soetanto baru bisa terpenuhi setelah 3
tahun hidup di Tokyo. Disinilah awal kesuksesan Soetanto bermula.
Setelah menyelesaikan gelar sarjananya di TUAT (Tokyo University
of Agriculture and Technology) dengan mengambil jurusan Teknik Elektro,
Soetanto kemudian melanjutkan program Master dan Doktor. Yang menarik, Ia
mengambil dua program Doktor. Beberapa tahun kemudian Ia kembali mendapatkan
gelar doktor yang lain. Keempat gelar Doktor tersebut yaitu, di bidang aplikasi
rekayasa elektronika dari Tokyo Institute of technology (1985), Ilmu Kedokteran
dari Universitas Tohoku (1988), Ilmu Farmasi dari Science University of Tokyo
(2000), dan Ilmu Pendidikan dari Universitas Waseda (2003).
Dari pengembangan interdisipliner ilmu elektronika, kedokteran,
dan farmasi, Dia menghasilkan 29 hak paten di Jepang dan 2 paten di AS.
Pencapaian riset dengan paten paling mutakhir di akui di jepang, yakni The
Nano-Micro Bubble Contrast Agent.
Sejak tahun 2003 Ken Kawan Soetanto menjadi guru besar di
Universitas Waseda dan menjabat kepala divisi urusan Internasional. Dia juga
menjadi orang pertama di luar Jepang dalam 125 tahun terakhir yang diajukan menduduki
jabatan setingkat kepala divisi di Universitas Waseda. Bahkan Dubes China
pernah menawari Soetanto untuk berpindah kewarganegaraan ke China. Begitu pula
halnya dengan Jepang. Tetapi, tawaran itu Ia tolak. Sampai Saat ini, Ken Kawan
Soetanto masih Warga Negara Indonesia.
Banyak sekali Inspirasi
dan motiuvasi yang dapat saya peroleh dari kisah hidup Bapak Ken Kawan
Soetanto. Ia tidak pernah berhenti berusaha untuk mewujudkan mimpi-mimpinya,
tidak pernah menyerah dengan hidupnya meskipun Ia berasal dari keluarga yang
tidak mampu, dan pada akhirnya Dia mampu membuktikan pada dunia bahwa Dia bisa.
Bagian terbaik bagi Saya, yakni ketika beliau mampu membangkitkan
semangat belajar para mahasiswanya dan merubah cara berpikir mereka ketika
mengikuti perkuliahannya. Ia mengatakan Bahwa kebahagiaan seseorang hanyalah 20
persen dan 80 persennya adalah penderitaan. Ketika kita mampu menjalani segala
cobaan dengan senyuman, maka ketika kebahagiaan itu datang Kita akan sangat
merasakannya.
Komentar
Posting Komentar